Teknologi Mesin McLaren 650S Spider, V8 Twin Turbo dengan Tenaga 650 PS

Teknologi58 Views

McLaren 650S Spider, bukan 650S Spinder, merupakan supercar atap terbuka yang menggabungkan mesin V8 twin turbo, konstruksi serat karbon, transmisi kopling ganda, serta sistem pengendalian hidraulis. Mobil ini diperkenalkan pada 2014 sebagai pengembangan dari McLaren 12C Spider dengan peningkatan pada mesin, aerodinamika, respons transmisi, suspensi, dan perangkat elektronik.

Nama 650S menunjukkan tenaga mesin sebesar 650 PS, sedangkan huruf S mengacu pada Sport. Sebutan Spider menandakan penggunaan atap keras yang dapat dibuka sehingga pengemudi bisa menikmati performa supercar dengan kabin terbuka.

Mesin berkode M838T menjadi pusat dari seluruh kemampuan tersebut. Unit berkapasitas 3.799 cc ini menghasilkan tenaga 650 PS atau sekitar 641 bhp, disertai torsi maksimum 678 Nm. Tenaga itu disalurkan menuju roda belakang melalui transmisi Seamless Shift Gearbox tujuh percepatan.

McLaren menempatkan mesin secara longitudinal di belakang kabin dan di depan poros roda belakang. Tata letak mesin tengah membantu distribusi bobot, meningkatkan cengkeraman roda penggerak, serta membuat kendaraan lebih cepat merespons perubahan arah.

Mesin M838T Menggunakan Susunan V8 Bersudut 90 Derajat

Mesin M838T memakai delapan silinder yang disusun membentuk sudut 90 derajat. Konfigurasi tersebut memungkinkan ukuran mesin tetap rendah dan relatif ringkas, sesuatu yang dibutuhkan karena unit ditempatkan di ruang terbatas di belakang kabin.

Kapasitas totalnya mencapai 3.799 cc dengan diameter silinder sekitar 93 milimeter dan langkah piston 69,9 milimeter. Langkah piston yang lebih pendek daripada diameter silinder mendukung karakter mesin yang senang bekerja pada putaran tinggi.

Putaran maksimum mesin mencapai sekitar 8.500 rpm, sedangkan tenaga puncak tersedia pada 7.250 rpm. Pengemudi perlu membawa putaran mesin cukup tinggi untuk memperoleh seluruh tenaga, tetapi torsi yang luas membuat mobil tetap kuat pada putaran menengah.

Mesin tersebut memakai 32 katup dengan dua poros bubungan di setiap kepala silinder. Setiap silinder mempunyai dua katup masuk dan dua katup buang. Susunan ini membantu campuran udara serta bahan bakar masuk secara cepat, kemudian membuang gas hasil pembakaran dengan lebih efisien.

Teknologi Variable Valve Timing mengubah waktu kerja katup mengikuti putaran dan beban mesin. Pada penggunaan ringan, pengaturan dapat mengutamakan kelancaran serta efisiensi. Ketika pedal gas diinjak lebih dalam, waktu pembukaan katup disesuaikan untuk meningkatkan aliran udara.

Rasio kompresinya berada di sekitar 8,7 banding 1. Angka ini disesuaikan dengan penggunaan turbocharger agar tekanan pembakaran tetap dapat dikendalikan ketika udara bertekanan masuk ke ruang bakar.

Dua Turbocharger Memasok Udara untuk Menghasilkan 650 PS

Mesin berkapasitas 3,8 liter tersebut menggunakan dua turbocharger untuk meningkatkan jumlah udara yang masuk ke silinder. Gas buang memutar turbin, kemudian turbin menggerakkan kompresor yang menekan udara menuju sistem pemasukan.

Penggunaan dua turbo membantu mesin V8 memperoleh aliran udara dalam jumlah besar tanpa memakai satu unit turbo berukuran sangat besar. Respons dapat dibuat lebih cepat karena setiap turbo menangani kebutuhan aliran pada sebagian silinder.

Udara yang telah ditekan akan mengalami kenaikan suhu. Karena itu, sistem pendingin udara masuk diperlukan untuk menurunkan temperatur sebelum udara mencapai ruang bakar. Udara yang lebih dingin mempunyai kerapatan lebih tinggi sehingga kandungan oksigen dalam volume yang sama menjadi lebih banyak.

Sistem pengelolaan mesin terus mengatur tekanan turbo, jumlah bahan bakar, waktu pengapian, posisi throttle, serta kerja katup. Sensor akan mengirimkan informasi mengenai suhu, tekanan, putaran, dan kebutuhan tenaga kepada komputer mesin.

Torsi maksimum 678 Nm tercapai pada 6.000 rpm. McLaren menyatakan sekitar 95 persen dari torsi tersebut telah tersedia dalam rentang kurang lebih 3.000 sampai 7.000 rpm. Hasilnya, tenaga tidak hanya terasa menjelang batas putaran, tetapi juga hadir saat mobil keluar dari tikungan.

“Keunggulan M838T terletak pada cara tenaga disebarkan. Mesin tidak sekadar menghasilkan angka besar pada satu titik, tetapi menyediakan dorongan kuat dalam rentang putaran yang panjang.”

Pengemudi tetap dapat merasakan jeda singkat sebelum turbo menghasilkan tekanan penuh, terutama jika pedal gas ditekan mendadak dari putaran sangat rendah. Namun, pengaturan transmisi dan manajemen mesin membantu menjaga putaran agar selalu berada di wilayah tenaga.

Sistem Dry Sump Menjaga Pelumasan dalam Tekanan Tinggi

McLaren 650S Spider menggunakan sistem pelumasan dry sump. Teknologi ini berbeda dari wet sump pada banyak mobil biasa yang menyimpan sebagian besar oli di bak bawah mesin.

Dalam sistem dry sump, oli ditampung pada tangki terpisah dan diedarkan menggunakan pompa. Pompa lain menarik kembali oli dari bagian bawah mesin agar pelumas tidak berkumpul terlalu lama di satu tempat.

Keuntungan utamanya terasa ketika kendaraan melakukan akselerasi, pengereman, atau menikung dengan gaya tinggi. Pada sistem biasa, oli dapat bergerak menjauh dari saluran pengisap akibat gaya kendaraan. Jika hal tersebut terjadi, pasokan pelumas menuju komponen mesin dapat terganggu.

Dry sump mempertahankan aliran oli yang lebih konsisten menuju poros engkol, bantalan, kepala silinder, turbocharger, dan komponen bergerak lainnya. Perlindungan ini sangat penting bagi mesin yang mampu berputar sampai sekitar 8.500 rpm.

Penggunaan tangki terpisah juga memungkinkan mesin ditempatkan lebih rendah karena tidak membutuhkan bak oli besar di bagian bawah. Posisi mesin yang rendah membantu menurunkan pusat gravitasi kendaraan.

Pemeriksaan oli pada sistem dry sump memerlukan prosedur tertentu. Mesin biasanya perlu berada pada suhu kerja dan kendaraan harus ditempatkan pada permukaan rata. Pemilik sebaiknya mengikuti petunjuk McLaren karena pembacaan yang salah dapat menyebabkan pengisian terlalu sedikit atau berlebihan.

Pendinginan Mesin Mengandalkan Saluran Udara pada Bodi

Mesin V8 dengan dua turbo menghasilkan panas dalam jumlah besar. McLaren merancang saluran udara di sisi bodi untuk memasok udara menuju radiator, pendingin udara masuk, dan ruang mesin.

Bentuk saluran tidak hanya menjadi unsur visual. Ukuran, sudut, dan posisi bukaan dihitung agar udara dapat masuk ketika kendaraan melaju tanpa menghasilkan hambatan berlebihan.

Cairan pendingin bersirkulasi melalui mesin untuk menyerap panas dari blok serta kepala silinder. Panas tersebut kemudian dilepaskan melalui radiator. Kipas elektrik membantu menjaga aliran udara ketika mobil bergerak lambat atau berhenti.

Turbocharger mendapat perhatian khusus karena bekerja menggunakan gas buang bersuhu sangat tinggi. Oli dan sistem pendingin membantu mempertahankan suhu unit turbo serta melindungi bantalan di dalamnya.

Setelah perjalanan cepat, pengemudi sebaiknya memberi waktu kepada mesin untuk kembali bekerja dalam beban ringan sebelum dimatikan. Langkah ini membantu temperatur turbo, oli, dan ruang mesin turun secara bertahap.

Sistem kendaraan akan mengatur kipas pendingin secara otomatis. Pada kondisi tertentu, kipas dapat tetap bekerja sesudah mesin dimatikan. Hal tersebut merupakan bagian dari proses pengelolaan panas, bukan selalu tanda kerusakan.

Sistem Pembakaran Diatur oleh Komputer Mesin

Tenaga besar tidak hanya berasal dari turbocharger. Ketepatan pengaturan pembakaran mempunyai peran sama pentingnya. Komputer mesin menentukan jumlah bahan bakar serta waktu pengapian berdasarkan posisi pedal gas dan kondisi kerja kendaraan.

Sensor ketukan memantau pembakaran yang tidak terkendali. Apabila terdeteksi kecenderungan knocking, sistem dapat mengubah waktu pengapian atau tekanan turbo untuk melindungi mesin.

Kualitas bahan bakar ikut memengaruhi performa. Mesin berkompresi tinggi dengan turbo membutuhkan bensin beroktan sesuai rekomendasi pabrikan. Penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan terlalu rendah dapat membuat komputer mengurangi tenaga.

Throttle elektronik menghubungkan pedal gas dengan sistem pengelolaan mesin tanpa kabel mekanis langsung. Respons pedal dapat diubah berdasarkan mode berkendara. Mode Normal memberikan reaksi lebih halus, sedangkan Sport dan Track membuat mesin merespons perintah pengemudi dengan lebih cepat.

Sistem kontrol juga bekerja bersama pengendalian traksi dan stabilitas. Jika roda belakang mulai kehilangan cengkeraman, tenaga mesin dapat dikurangi melalui throttle, pengapian, atau pengaturan lain tanpa mengharuskan pengemudi melepaskan pedal sepenuhnya.

Seamless Shift Gearbox Menyalurkan Tenaga ke Roda Belakang

McLaren memasangkan mesin M838T dengan transmisi kopling ganda tujuh percepatan. Sistem tersebut dikenal sebagai Seamless Shift Gearbox atau SSG.

Dua kopling menangani kelompok gigi yang berbeda. Ketika satu gigi sedang digunakan, gigi berikutnya dapat dipersiapkan lebih awal. Proses ini mempersingkat waktu perpindahan dan mempertahankan aliran tenaga menuju roda belakang.

Pengemudi dapat memilih perpindahan otomatis atau menggunakan paddle di balik kemudi. Paddle kanan digunakan untuk menaikkan gigi, sedangkan paddle kiri menurunkannya.

McLaren menggunakan sistem rocker pada paddle sehingga kedua sisi terhubung. Pengemudi dapat menarik atau mendorong satu sisi untuk melakukan perpindahan tertentu. Rancangan ini memungkinkan pergantian gigi dilakukan menggunakan satu tangan apabila diperlukan.

Fitur Inertia Push memberi sensasi dorongan ketika transmisi menaikkan gigi dalam mode tertentu. Komputer memanfaatkan energi putaran mesin agar pergantian terasa lebih tegas tanpa kehilangan kendali.

Pre Cog memungkinkan pengemudi memberi tekanan awal pada paddle untuk memberi tahu transmisi mengenai gigi yang akan dipilih. Ketika paddle ditekan penuh, perpindahan dapat dilakukan dengan lebih cepat karena sistem telah melakukan persiapan.

Penggerak Roda Belakang Mempertahankan Karakter Supercar

Seluruh tenaga mesin dikirim menuju roda belakang. McLaren tidak memakai sistem penggerak empat roda pada 650S Spider karena ingin menjaga bobot, respons kemudi, serta hubungan antara mesin dan roda penggerak.

Diferensial yang digunakan merupakan tipe terbuka, tetapi mobil dilengkapi Brake Steer. Sistem ini mengerem roda belakang bagian dalam secara selektif untuk membantu kendaraan berbelok.

Brake Steer dikembangkan dari pemikiran teknologi balap McLaren. Ketika mobil cenderung melebar di tikungan, pengereman ringan pada roda tertentu membantu menciptakan momen putar menuju bagian dalam.

Kontrol traksi tetap dibutuhkan karena torsi 678 Nm dapat membuat roda belakang kehilangan cengkeraman. Sistem memantau kecepatan setiap roda, sudut kemudi, posisi pedal gas, dan gerakan bodi.

Launch control mengatur putaran mesin, kerja kopling, serta penyaluran tenaga ketika pengemudi ingin melakukan akselerasi dari posisi diam. Sistem tersebut membantu ban memperoleh cengkeraman tanpa membuang terlalu banyak tenaga dalam bentuk putaran roda.

Penggunaan launch control harus dilakukan di tempat yang aman dan sesuai ketentuan. Proses ini memberikan beban tinggi kepada kopling, ban, poros, dan komponen penggerak sehingga tidak ditujukan untuk dilakukan terus menerus.

Tenaga Mesin Menghasilkan Akselerasi hingga 329 Km Per Jam

McLaren 650S Spider mampu melaju dari 0 sampai 100 km per jam dalam 3 detik. Akselerasi menuju 200 km per jam membutuhkan sekitar 8,6 detik, sedangkan kecepatan tertingginya mencapai 329 km per jam.

Waktu 0 sampai 100 km per jam sama dengan versi Coupe. Perbedaan mulai terlihat pada kecepatan yang lebih tinggi karena Spider membawa mekanisme atap serta mempunyai bentuk aerodinamika berbeda saat atap dibuka.

Versi Coupe dapat mencapai 200 km per jam dalam 8,4 detik dan kecepatan tertinggi sekitar 333 km per jam. Selisih tersebut relatif kecil apabila mempertimbangkan kemampuan Spider untuk membuka bagian atap.

Performa tidak hanya ditentukan tenaga mesin. Bobot, transmisi, cengkeraman ban, distribusi massa, aerodinamika, dan perangkat elektronik bekerja bersama. Mesin besar tanpa sistem pendukung yang tepat tidak akan menghasilkan angka serupa secara konsisten.

Menurut data resmi, 650S Spider menghasilkan emisi karbon dioksida gabungan sekitar 275 gram per kilometer dengan konsumsi bahan bakar gabungan sekitar 11,7 liter per 100 kilometer berdasarkan metode pengujian pada masanya. Pemakaian sebenarnya dapat jauh lebih tinggi ketika tenaga mesin sering digunakan. Data utama kendaraan tersedia pada halaman resmi McLaren 650S Spider.

MonoCell Membuat Mesin Bertenaga Besar Tetap Terkendali

Mesin M838T dipasang pada struktur utama MonoCell yang dibuat dari serat karbon. Bagian depan serta belakang menggunakan struktur aluminium untuk menopang suspensi, sistem pendingin, mesin, transmisi, dan komponen lain.

MonoCell mempunyai kekakuan sangat tinggi dengan bobot relatif rendah. Struktur ini juga tidak bergantung pada atap untuk memperoleh kekuatan utama. Karena itu, perubahan dari Coupe menjadi Spider tidak memerlukan penguatan sasis besar seperti yang sering ditemukan pada mobil konvertibel berbasis struktur baja.

Bobot kering 650S Spider berada di sekitar 1.370 kilogram, sekitar 40 kilogram lebih berat daripada Coupe. Penambahan tersebut terutama berasal dari panel atap, motor, engsel, pengunci, serta mekanisme penyimpanan.

Rasio tenaga terhadap bobot tetap sangat tinggi. Setiap tenaga mesin hanya perlu menggerakkan massa yang relatif kecil sehingga akselerasi terasa kuat sejak kecepatan rendah.

Kekakuan MonoCell juga membantu menjaga posisi mesin dan suspensi ketika kendaraan menerima beban besar. Titik pemasangan yang stabil membuat respons terhadap kemudi serta pedal gas terasa lebih akurat.

ProActive Chassis Control Bekerja Bersama Tenaga Mesin

McLaren 650S Spider memakai suspensi ProActive Chassis Control. Sistem ini menghubungkan peredam melalui jaringan hidraulis untuk mengatur gerakan bodi tanpa bergantung sepenuhnya pada batang stabilisator konvensional.

Tekanan hidraulis dapat berubah mengikuti kondisi jalan, sudut kemudi, kecepatan, pengereman, dan akselerasi. Sistem berusaha menjaga roda tetap mengikuti permukaan sambil membatasi gerakan bodi.

Saat mesin menyalurkan tenaga besar, bagian belakang mobil mempunyai kecenderungan turun. ProActive Chassis Control membantu mengendalikan perubahan posisi tersebut agar distribusi beban tetap teratur.

Dalam tikungan, sistem menahan kemiringan bodi tanpa harus membuat suspensi selalu terasa sangat keras. Hasilnya, 650S Spider dapat digunakan di jalan umum sekaligus memberikan kontrol tinggi di sirkuit.

Pengemudi dapat memilih mode Normal, Sport, atau Track melalui Active Dynamics Panel. Pengaturan handling dan powertrain dapat dipilih secara terpisah. Mesin serta transmisi dapat ditempatkan dalam mode Sport sementara suspensi tetap menggunakan Normal.

Active Aerodynamics Membantu Stabilitas pada Kecepatan Tinggi

Tenaga 650 PS memungkinkan kendaraan mencapai kecepatan yang memerlukan pengelolaan udara secara serius. McLaren memasang aerodinamika aktif untuk menjaga kestabilan sekaligus mendukung pengereman.

Panel Airbrake di belakang dapat bergerak mengikuti kebutuhan. Saat pengereman keras, panel terangkat untuk menambah hambatan udara dan memberi tekanan pada roda belakang.

Airbrake juga dapat berubah posisi ketika mobil berakselerasi atau menikung. Komputer menentukan sudutnya berdasarkan kecepatan, pengereman, dan gerakan kendaraan.

Fungsi DRS menurunkan hambatan ketika mobil melaju lurus. Sistem tersebut mengambil inspirasi dari teknologi Formula 1, walaupun cara kerja dan aturannya disesuaikan untuk mobil jalan raya.

Desain bagian depan mengambil inspirasi dari McLaren P1. Saluran udara membantu mengatur aliran menuju radiator serta bagian samping kendaraan. Bentuk splitter dan bagian bawah bodi turut menghasilkan tekanan ke bawah.

“Pada 650S Spider, teknologi mesin tidak berdiri sendiri. Tenaga baru dapat digunakan dengan baik setelah suspensi, aerodinamika, ban, rem, dan perangkat elektronik bekerja dalam satu sistem.”

Atap Terbuka Mengubah Cara Pengemudi Mendengar Mesin

650S Spider memakai Retractable Hard Top yang dapat dibuka atau ditutup dalam waktu sekitar 17 detik. Mekanisme dapat dioperasikan ketika kendaraan bergerak pada kecepatan rendah, sekitar 30 km per jam.

Atap tersusun dari dua panel keras dan disimpan di balik kabin. Ketika tertutup, bentuknya menyerupai Coupe serta memberi perlindungan lebih baik dari cuaca dibandingkan atap kain.

Bagian kaca belakang dapat diturunkan secara terpisah. Ketika atap tertutup tetapi kaca belakang dibuka, suara mesin dan sistem pembuangan dapat masuk ke kabin dengan lebih jelas.

Posisi mesin yang berada tepat di belakang penumpang membuat pengalaman suara terasa berbeda dibandingkan mobil bermesin depan. Suara turbo, aliran udara, perpindahan gigi, dan putaran V8 terdengar lebih dekat.

Atap terbuka juga membuat suara knalpot menyebar tanpa banyak terhalang. Pengemudi dapat mendengar perubahan nada ketika turbo mulai menghasilkan tekanan serta saat transmisi memindahkan gigi.

Sistem Pembuangan Menjadi Bagian dari Pengaturan Performa

Gas hasil pembakaran harus keluar dengan cepat agar turbocharger dapat bekerja secara efisien. McLaren merancang saluran pembuangan yang pendek karena jarak mesin menuju bagian belakang kendaraan relatif dekat.

Jalur pendek membantu mengurangi hambatan sekaligus memberikan respons suara yang langsung. Katup pada sistem pembuangan dapat mengubah karakter aliran berdasarkan mode berkendara dan putaran mesin.

Pada penggunaan ringan, suara dijaga agar tidak terlalu keras. Ketika mode Sport atau Track dipilih dan putaran naik, katup membuka jalur yang lebih bebas sehingga suara menjadi lebih kuat.

Sistem pembuangan sport tersedia sebagai pilihan pada beberapa konfigurasi. Material ringan membantu mengurangi massa di belakang kendaraan sekaligus mengubah warna suara.

Pemilik perlu berhati hati ketika mengganti knalpot atau mengubah sistem mesin. Perubahan aliran dapat memengaruhi sensor, tekanan turbo, temperatur, emisi, dan pengaturan komputer. Modifikasi tanpa kalibrasi yang tepat berisiko mengurangi keandalan.

Rem Karbon Keramik Mengimbangi Tenaga Mesin

McLaren membekali 650S Spider dengan rem karbon keramik. Cakram berukuran besar dipasangkan dengan kaliper performa tinggi untuk menghentikan kendaraan dari kecepatan sangat tinggi.

Mobil dapat berhenti dari 100 km per jam dalam jarak sekitar 30,7 meter. Pengereman dari 200 km per jam membutuhkan kurang lebih 124 meter dalam kondisi pengujian pabrikan.

Karbon keramik tahan terhadap temperatur tinggi dan penurunan kemampuan pengereman setelah digunakan berulang. Bobotnya juga lebih rendah dibandingkan cakram besi dengan ukuran sebanding.

Sistem rem bekerja bersama ABS, kontrol stabilitas, Airbrake, dan Brake Steer. Setiap bagian mempunyai fungsi berbeda, tetapi seluruhnya membantu pengemudi mengendalikan tenaga mesin.

Cakram karbon keramik mempunyai biaya penggantian tinggi. Pemeriksaan ketebalan, permukaan, dan kondisi bantalan perlu dilakukan oleh teknisi berpengalaman, terutama sebelum membeli unit bekas.

Perawatan Mesin M838T Menuntut Prosedur Khusus

Mesin M838T membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi, pelumas sesuai spesifikasi, serta servis teratur. Pemilik tidak sebaiknya memperlakukan mesin ini seperti V8 biasa karena sistem turbo, dry sump, dan pendinginannya mempunyai kebutuhan tersendiri.

Kondisi oli perlu diperiksa berdasarkan prosedur pabrikan. Riwayat penggantian pelumas menjadi salah satu bagian penting ketika menilai kesehatan unit bekas.

Selang pendingin, radiator, pompa, sambungan turbo, dan segel perlu diperiksa terhadap kebocoran. Temperatur yang tidak terkendali dapat menimbulkan masalah pada mesin berperforma tinggi.

Aki juga harus dijaga karena mobil menyimpan banyak sistem elektronik. Apabila kendaraan jarang digunakan, battery conditioner membantu mempertahankan tegangan.

Sebelum mobil dikendarai cepat, oli, cairan pendingin, transmisi, dan ban perlu mencapai temperatur kerja. Menekan mesin secara berlebihan ketika masih dingin meningkatkan beban pada pelumasan serta komponen bergerak.

Sesudah digunakan dengan beban tinggi, kendaraan sebaiknya dijalankan lebih tenang untuk memberi kesempatan sistem mengurangi temperatur. Perubahan panas secara bertahap membantu melindungi turbocharger, oli, serta bagian logam mesin.

Pemeriksaan Unit Bekas Harus Mencakup Mesin dan Transmisi

McLaren 650S Spider kini hanya tersedia melalui pasar mobil bekas karena produksinya telah berakhir. Kondisi setiap unit dapat berbeda berdasarkan jarak tempuh, kebiasaan pemilik, lingkungan penyimpanan, serta kualitas servis.

Mesin sebaiknya diperiksa ketika benar benar dingin. Teknisi dapat mengamati suara awal, asap, kebocoran, indikator pada panel, dan kestabilan putaran.

Pemindaian komputer diperlukan untuk mengetahui catatan kesalahan pada mesin, transmisi, suspensi, atap, dan perangkat elektronik. Menghapus lampu peringatan tidak selalu menghilangkan sumber masalah.

Transmisi harus memindahkan gigi dengan cepat tanpa hentakan tidak wajar. Respons kopling pada kecepatan rendah, kondisi mundur, serta perpindahan ketika mesin panas perlu diuji.

Mekanisme atap juga harus dibuka serta ditutup beberapa kali. Sensor, motor, pengunci, panel, dan kaca belakang perlu bekerja tanpa suara yang mencurigakan.

Riwayat servis lengkap mempunyai nilai besar karena mesin M838T memerlukan perhatian teratur. Unit dengan jarak tempuh rendah belum tentu lebih baik apabila terlalu lama disimpan tanpa perawatan, sedangkan mobil yang sering digunakan dapat berada dalam kondisi baik jika selalu mengikuti jadwal servis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *